Buah Dan Sayur Yang Paling Banyak Mengandung Pestisida

Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang paling sering dikonsumsi diketahui mengandung bahan-bahan kimia dari pestisida. Cari tahu apa saja Buah Dan Sayur Yang Paling Banyak Mengandung Pestisida

Tapi sebelumnya, selamat datang di salah satu website Alfian Herbal yang merupakan distributor resmi Green World yang menyediakan berbagai macam obat herbal alami berkhasiat yang kami jual secara online salah satunya adalah menyediakan Gingko Biloba Plus Capsule sebagai Obat Pengencer Darah yang ampuh dan tanpa efek samping. Di kesempatan posting kali ini kami akan menyampaikan informasi yang cukup penting yaitu seputar Buah Dan Sayur Yang Paling Banyak Mengandung Pestisida. Nah untuk anda yang belum mengetahuinya, berikut ini informasi lengkapnya.

buah-dan-sayur-yang-paling-banyak-mengandung-pestisida

Buah Dan Sayur Yang Paling Banyak Mengandung Pestisida — Demi kesehatan kita disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang sesedikit mungkin mengandung zat kimia berbahaya, seperti pestisida.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pestisida  berhubungan dengan masalah pertumbuhan pada anak-anak, bahkan juga bertindak sebagai karsinogen—atau pemicu bermutasinya sel sehat menjadi sel kanker—saat terserap masuk ke sistem endokrin tubuh. Semua ini secara terbuka sudah diumumkan oleh agensi perlindungan lingkungan Amerika Serikat.

Untuk meyakinkan konsumen akan keamanan pilihan bahan makanan, sebuah perusahaan nirlaba seperti dikutip dari Huffington Post, Environmental Working Group (EWG) merilis lagi daftar sayur dan buah yang paling banyak mengandung pestisida.

Dirty Dozen, bagian dari EWG yang menerbitkan laporan tahunan untuk panduan belanja mengumpulkan data dari departemen pertanian Amerika akan kandungan residu pestisida dari 48 jenis sayur dan buah.

Hasilnya sungguh mengejutkan: dua per tiga dari sampel sayur dan buah yang diteliti positif mengandung pestisida. Untuk ke-lima kalinya dalam lima tahun berturut-turut, apel menempati ranking pertama sayur dan buah paling banyak mengandung pestisida.

Pada dasarnya orang tak ada yang mau makan pestisida dalam sayur dan buah mereka,” kata Ken Cook, presiden dan pendiri EWG.

“Itulah mengapa kami akan meneruskan informasi ini pada konsumen dan perusahaan kimia untuk pertanian untuk memperhatikan bagaimana mereka berproduksi.“

Kritik EWG ini sempat membuat khawatir orang akan berhenti makan sayur dan buah. Tapi bukan itu yang diinginkan lembaga itu.

Kami tetap mengatakan makan sayur dan buah Anda,” kata Sonya Lunder, analis senior di EWG.

Tapi ketahui mana yang paling tinggi kandungan pestisidanya, sehingga Anda punya pilihan lain pada versi sayur dan buah organik jika memang tersedia dan terjangkau.

Buah dan Sayur Yang mengandung pestisida paling banyak

  • Stroberi

Mengapa stroberi berisiko?

Stroberi adalah jenis buah yang tumbuh dekat dengan tanah, tempat dimana serangga hidup,” kata Chensheng (Alex) Lu, Ph.D., asisten profesor Biologi paparan lingkungan, Harvard.

Oleh karenanya petani menggunakan pestisida untuk membasmi serangga tersebut. Untuk memperpanjang umur simpan, petani juga menggunakan fungisida, bahkan setelah panen.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada stroberi, belilah stroberi organik. Sebuah studi pada tahun 2008 di Emory University dan University of Washington menemukan bahwa kadar pestisida tertentu turun menjadi tidak terdeteksi dalam urine anak-anak yang beralih ke sayuran dan buah organik.

Sertifikasi organik menjamin kadar pestisida lebih sedikit dan jumlahnya lebih rendah,” kata Anne Riederer, Sc.D., peneliti di Emory.

  • Seledri

Seledri memerlukan waktu berbulan-bulan untuk tumbuh sehingga seledri akan terkena pestisida dalam periode waktu yang lama. Tidak seperti brokoli, yang dinaungi oleh daun besar di semak-semak besar, seledri tidak terlindungi dari pestisida.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada seledri, belilah seledri organik atau seledri yang dijual di pasar-pasar.

Seledri yang dijual di pasar biasanya berasal dari petani kecil yang tidak mampu atau memilih untuk tidak menggunakan pestisida mahal,” kata Lu.

Bisa juga menurut Environmental Working Group (EWG) untuk mencoba alternatif sayuran hijau lainnya yang lebih bersih, seperti alpukat dan asparagus, yang keduanya memiliki daya serap yang rendah terhadap pestisida.

  • Buah Persik (peach)

Untuk meningkatkan produksi, petani menggunakan pestisida pada tanaman yang rentan terhadap serangga, seperti buah persik. Buah persik berkulit sangat tipis, yang membuatnya mudah dimasuki serangga dan pestisida.

Petani ingin mencegah penyakit yang dapat mengurangi jumlah produksi buah persik dengan menggunakan pestisida. Pada bulan Agustus tahun 2009, Chicago Tribune melaporkan bahwa penyelidikan USDA menunjukkan lebih dari 50 senyawa pada pestisida didapati pada buah persik domestik maupun impor.

Jika Anda penyuka buah persik, belilah yang organik terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki anak yang usianya di bawah 6 tahun,” kata Riederer.

Menurut EWG alternatif lain, buah yang manis dengan tekstur serupa, cobalah buah plum yang biasanya lebih sedikit menyerap pestisida.

  • Apel

Perusahaan Kimia membuat pestisida khusus untuk apel karena buah ini sangat populer dan banyak ditanam.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada apel, belilah apel organik lalu gosok sampai bersih dan kupas kulitnya sebelum dimakan.

Ketika membeli apel organik, jangan terlalu terpaku pada penampilan,” kata Lu.

Mungkin saja tidak terlihat sebagus apel biasa karena apel organik tumbuh tanpa pestisida, sehingga lebih baik untuk dikonsumsi.

  • Blueberi

Blueberi, sebagian besar tumbuh di Amerika Utara. Buah ini sangat rentan terhadap hama karena kulitnya sangat rapuh. Pestisida yang digunakan petani akan masuk ke daging buah.

Jangan membekukan blueberi karena pembekuan akan mempertahankan pestisida. Meskipun beberapa pestisida lama-kelamaan memudar, itu tidak akan terjadi di dalam freezer,” kata Lu.

Jika Anda ingin mengonsumsi bluberi, belilah dari petani lokal organik atau dari petani yang tidak menggunakan pestisida, dan cuci sampai bersih. Buah-buahan seperti blueberi dan stroberi secara umum, cenderung lebih rentan terhadap pestisida dibandingkan buah lain seperti kiwi dan pisang karena kulitnya yang tipis.

  • Paprika Manis

Paprika berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, paprika manis adalah bentuk matang dari varietas paprika hijau yang lebih pahit. Paprika manis yang sudah dewasa memerlukan waktu yang lama dan terpapar pestisida lebih banyak daripada paprika hijau.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada paprika manis, cobalah yang organik atau membeli dari petani pasar atau pilihlah paprika hijau.

  • Bayam

Karena daunnya tumbuh di atas tanah, bayam memiliki banyak permukaan terbuka yang akan disemprot dengan pestisida. Sehingga sulit membunuh bakteri pada bayam. Belilah bayam yang organik agar risiko pestisida saat mengonsumsi bayam dapat dicegah.

  • Buah Ceri

Buah ceri tersembunyi di balik daun untuk tetap aman dari lalat buah dan ngengat, tapi petani cenderung menggunakan bahan kimia untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Satu-satunya cara untuk mencegah pestisida masuk melalui buah ceri adalah dengan membeli buah ceri organik.

  • Kentang

Hanya karena kentang tumbuh di bawah tanah, tidak berarti mereka aman dari pestisida

Kami menemukan pestisida di bawah tanah sayuran. Mereka mengambil itu dari daun atau tanah di sekitar mereka,” kata Riederer.

Biasanya pada awal musim tanam, petani menyuntikkan pestisida ke dalam tanah. Jika petani menanam pada skala yang sangat kecil, mungkin tidak perlu banyak bahan kimia. Carilah kentang yang ditanam oleh perkebunan lokal kecil atau coba ubi jalar, yang merupakan sayuran terbersih yang telah diuji oleh EWG.

  • Anggur

Anggur lunak dan berkulit tipis sangat rentan terpapar pestisida. Untuk mengusir ngengat anggur dan hama lainnya, petani sering beralih ke pestisida. Hindarilah anggur impor, kecuali yang ditanam secara organik.

Baca Juga >> Jenis Makanan Yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan

Buah Dan Sayur Yang Paling Banyak Mengandung Pestisida

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s